PULAU TIDUNG BESAR, PULAU TIDUNG KECIL, PULAU KARANG BERAS,PULAU PAYUNG

5:13:00 PM

Kemilau indah di Lautan Ibukota

DAY 1 - Tak seperti biasanya, perjalanan gue kali ini dimulai setelah sholat subuh. Pagi-pagi buta gue mendatangi kosan sang koordinator setelah gagal membuat bangun sodara gue yang akhirnya batal ikut. Walo sempet kecewa karena telpon sang coordinator ternyata tidak bisa dihubungi, dan gue kelimpungan ga tau ke mana, akhirnya bisa juga ngumpul dan berangkat ke Muara Angke. Bismillah..semoga perjalanan ini menyenangkan walo sempat terjadi peristiwa yang kurang menyenangkan di pagi hari..
Jam 6 pagi, setibanya di Muara angke, wangi deodorant ikan asin mulai menyengat dan jalanan mulai macet menuju pelabuhan. Kami bertiga akhirnya turun dan jalan sekitar 100 meter menuju pelabuhan. Ngumpul di salah satu pom bensin, akhirnya kami bertemu dengan semua peserta yang berjumlah 10 orang. Sambil menunggu, gue sempet anti ke toilet yang akhirnya gue urungkan niat gue itu karena antrinya udah kaya antri sembako. Lebih baik gue tahan ampe pulau deh…(ini nih yang bikin perjalanan ini terasa makin sengsara!). Guyuran hujan tak menghentikan langkah kami untuk menembus barikade tentara dan para calo agar bisa naik kapal. Dengan sedikit usaha dan muka cuek bebek, akhirnya kami pun berhasil naik kapal semua…(hari ini ada sidak TNI cuz dalam seminggu cuaca buruk dan ada 3 kapal tenggelam). Perjalanan di kapal yang penuh sesak ini pun membawa kami ke pulau Tidung selama 2, 5 jam ke depan…
Jarum jam tangan menunjukkan pukul setengah 12 siang. Kapal telah merapat ke dermaga dengan selamat walau selama perjalanan hujan masih saja turun. Untungnya, begitu masuk Tidung hujan berhenti dan langit berawan gelap. Gue dan teman-teman baru gue akhirnya tiba di penginapan Ghina untuk check in (081511724383). Harga per kamar berkisar 400-450rb. Kamar ber AC yang cukup luas dengan ukuran sekitar 8 x 5. Cukup nyaman untuk penginapan dengan fasilitas kamar mandi dalam yang luas dan ada shower yang berbentuk keran. Ditambah dua double bed gedhe yang masing-masing bisa muat ampe 3 orang.  TV, dispenser, meja, perlengkapan sholat ampe penunjuk arah kiblat juga tersedia. Lokasinya juga cukup strategis. Dekat dengan dermaga, persewaan sepeda, warung, kantor lurah, puskesmas…kurang apa lagi??
Setelah sholat jamak dhuhur dan ashar, kami pun menuju dermaga kecil di belakang penginapan. Perahu-perahu nelayan telah menunggu kami untuk kegiatan selanjutnya: snorkeling! Yup, inilah yang gue tunggu. Pulau Tidung memang terkenal dengan keindahan bawah lautnya sebagai cagar alam dan taman nasional di kepulauan seribu. Nahkoda kapal membawa kami ke tengah laut sekitar hampir satu jam dari pulau Tidung. Akhirnya kami tiba di salah satu destinasi kami, yaitu Pulau Karang Beras. Setelah melepas jangkar di tempat yang aman tanpa merusak terumbu karang (sepertinya pengemudi kapal kami ini cukup pintar untuk membuang jangkarnya), kami pun bersiap dengan peralatan snorkeling yang telah kami sewa (35 ribu). Ga sabar ngeliat pesona bawah laut Karang Beras, gue pun langsung nyebur dengan kamera underwater kesayangan gue…
“AMAZING…!!” itulah kata pertama yang terucap dari mulut gue. Hanya sekitar 2 jam dari Jakarta, kita bisa melihat kekayaan bawah laut yang tersembunyi seperti ini…??!! Dengan catatan, pulau ini baru saja ada pembersihan di bulan Januari lalu, jadi kami tidak melihat pemandangan sampah seperti yang diceritakan orang-orang. Dan perairan di Karang Beras ini menjadi salah satu buktinya! Batuan koral dan biota bawah lautnya cukup lengkap dan menjulang tinggi sampe 3 meter-an. I love this spot! Sayang, karena abis hujan ikan-ikan hias yang gue temui hanya sedikit. Batuan koralnya mirip dengan karimunjawa, cuma kalah di binatang lautnya (di karimunjawa bisa gue temui penyu atau ikan pari yang melayang bebas di bawah laut). Tapi ini…cukup menyenangkan, mengetahui bahwa lautan di utara ibukota ternyata masih terawat dengan baik dan tidak terkontaminasi limbah dari Jakarta. It’s really beyond my imagination! Ada yang gue sebut sebagai bunga koral, brokoli, meja bundar perjamuan, batuan bakso urat, mocha-mochi, batu kali yang terdampar, dan masih banyak lagi lainnya…

gugusan terumbu karang di karang beras

Hampir satu jam kami memandangi keindahan ini, sembari potret-potret narsis, dan akhirnya kami harus menuju spot selanjutnya di Pulau Payung. Nah, kalo di sini terumbunya bener-bener udah hancur. Cukup sedih melihatnya. Karena menurut temen gue, dua tahun yang lalu ketika dia ke sini, terumbu karang di sini masih bagus. Dan sekarang yang gue liat bagai kuburan biota laut dengan serpihan-serpihannya. Walo masih ada beberapa gugusan terumbu karang yang menjulang tinggi dan menyejukkan mata kami. Semoga lautan ini tetap terjaga dan terlestarikan…
pose di atas koral pulau payung

Spot ketiga dengan kedalaman sekitar 5 meter, yaitu Pulau Tidung Kecil. Yang ini jauh lebih indah! Koral yang bertumpuk-tumpuk, gugusan terumbu karang yang luas, ikan-ikan si kakaktua biru berenang ke sana kemari, wowwww… Subhanallah…!!! Tak henti-hentinya gue berteriak kegirangan saat melihat spot ini. Begitu pun temen-temen gue lainnya. Bahkan, salah satu temen yang tadinya cuma hobby motret dari atas kapal sampai tertarik dengan fotografi bawah laut…tentunya dengan berlatih menyelam dulu bro…!! hahaha…
meja bundar perjamuan

bunga koral

Karena hari sudah sore dan menjelang Maghrib, kami pun pulang menuju Tidung besar untuk membersihkan diri. Begitu nyampe, kami mampir mengembalikan alat snorkeling dan sekaligus menyewa sepeda untuk mengejar sunrise di esok hari. Ternyata pulau ini cukup rame dengan wisatawan lokalnya. Malah, sepertinya  penduduk ibukota pada transmigrasi ke sini untuk mencari hiburan. Rame banget!
Usai mandi, makan malam dengan ikan bawal, cumi hitam, dan udang telah menyambut kami. Seeerbuuuuuuuu….!!!
Usai makan, chit-chat, dan cape bermain, kami pun terlelap dalam mimpi yang sempurna..,.
DAY 2 – mengejar sunrise. Pagi setelah sholat subuh, gue ama seorang temen gue yang hobby fotografi langsung menuju ke jembatan cinta, jembatan kayu sebanjang hampir 1 Km yang menghubungkan antara Tidung Besar dan Tidung Kecil. Dengan m ngendarai sepeda tua bak Oemar Bakrie, kami pun menantikan sunrise yang tak kunjung muncul karena awan mendung. Sunset tak dapat, begitu pun sunrise. Untungnya, kami terhibur dengan hari yang cerah di minggu ini. Matahari akhirnya menampakkan sinarnya pukul 7. Teman-teman ternyata juga ke sini pagi ini. 
mengejar sunrise
my shadow on bridge of love

hutan bakau-tidung kecil

tidung kecil

Aktivitas pagi pun dimulai dengan menyeberang ke Tidung Kecil. Tapi seperti biasa, karena keasyikan sendiri, gue terpisah dari rombongan. Walo akhirnya gue ketahui mereka juga terpisah dengan kegiatan mereka sendiri-sendiri. Ada yang menyalurkan hobby fotografi, ada yang naik perahu, ada yang keliling pulau, ada yang nongkrong di warung untuk menikmati kelapa muda. Di sepanjang jalan, muda mudi bersuka ria. Ada yang berduaan, ada yang rombongan. Pulau tidung kecil cukup menarik untuk dijelajahi. Sekitar pulaunya banyak biota laut yang cukup banyak ragamnya, tumbuhan bakau yang membentuk gugusan, dan pasir putihnya yang alami. Untuk kegiatan airnya, bisa snorkeling, memancing, berenang di air laut yang jernih, banana boat, atau lompat dari jembatan cinta setinggi 5 meter..??hummm..sepertinya kegiatan terakhir ini perlu dicoba kalo sempet ke sini lagi. Dengan catatan, harus bawa celana dan pakaian ganti lebih banyak! Karena ga prepare untuk celana ganti, gue urungkan niat untuk melompat kali ini…
banana boat

jump....!!!
Setelah puas muter-muter dan potret-potret di hari yang cerah ini, gue pun akhirnya pulang dengan agak tergasa-gesa untuk menuju kamar mandi! Sudah waktunyaaaa..menabung (ups!). Hahahaha…..
Jam 12 siang, setelah packing dan check out, kami pun menuju dermaga untuk pulang lagi ke Jakarta. Kali ini kapal tidak terlalu penuh sehingga masih bisa selonjoran bahkan tiduran…dan cukup 2 jam untuk membawa kami kembali ke Muara Angke. Dan hujan pun masih setia menyambut kami seperti saat kami berangkat dari sini. Setelah berteduh sekitar 15 menit, kami pun naik angkot merah ke grogol (4 ribu) dan pulang ke rumah masing-masing membawa seribu kenangan dan senyum yang mengembang…
Tidung Island…I’ll be back someday to love you more and more…

# 5-6 Maret 2011 #

Trip cost : IDR 300.000 (thanx mel! www.thecontinenthopper.com)













You Might Also Like

0 comments

Like us on Facebook

Flickr Images